Mencicipi makanan korea

Nama = Faizal Hamdan Maheri
Kelas = Perbankan Syariah 2 D
NIM = 175231156

Mencicipi Makanan Korea di Kimci korean restaurant




Dalam tugas mata kuliah Metodologi Study Islam kali ini, saya mendapatkan sebuah tugas yang sangat istimewa. Tugas yang sangat istimewa itu adalah pergi ke sebuah restoran Korea untuk mencicipi, sekaligus mengobservasi makanan yang ada di dalamnya. Saya ditugaskan oleh bapak M. Endy saputro,M.A. selaku dosen pembimbing mata kuliah Metodologi Study Islam di kampus kebanggaan IAIN Surakarta tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Beliau menugaskan saya dan kelompok saya yang berjumlah tiga anak untuk mengunjungi sebuah restoran Korea yang berada di jalan Veteran No. 190 Solo. Restoran tersebut adalah “Kimci Korean Restorant”, yang kami dapatkan karena hasil pengundian atau pengambilan lintingan. Setiap kelompok mendapatkan tempat untuk kunjungan yang berbeda-beda. Ada yang mendapatkan tempat di kopi serius, tokyo bowl, steak dan masih banyak lagi.
Kimci merupakan nama dari salah satu makanan Korea yang dijadikan sebagai nama restoran di Solo. Di dalam restoran korea ini menghidangkan berbagai aneka makanan Korea, dari yang paling murah di bandrol dengan harga 25 ribu sampai ratusan ribu. Kimci Korean Restorant termasuk ke dalam restoran kelas menengah ke atas. Dilihat dari tampilan tempatnya terlihat mewah dan penuh fasilitas yang nyaman. Dari mulai pintu, meja, sofa dan juga dilengkapi dengan AC. Kimci Korean Restorant yang ada di jalan veteran ini bebas dari bahan makanan yang haram, berbeda dengan restoran kimci yang asli ada di Korea. Meski awal dibukanya restoran ini dulu menyediakan minuman beralkohol, namun sekarang pemilik restoran sudah tidak menyediakan minuman beralkohol tersebut. Pemilik restoran menyadari bahwa, para konsumen yang datang sebagian besar beragama islam sehingga menghindari segala sesuatu yang berbau haram. Meski pengunjung atau konsumen tidak semua beragama islam, namun pemilik restoran lebih memilih menghindari segala bahan yang haram agar para pengunjung yang datang diharapkan lebih banyak. Harga makananya jika di bandingkan dengan restoran kimci yang lain menurut constumes servise nyalebih murah, dengan fasilitas yang juga disediakan itu tidak dianggap mahal.
Dalam tugas mata kuliah Metodologi Study Islam kali ini, diharapkan sebagai mahasiswa yang muslim dapat mengikuti perkembangan zaman dengan tren yang ada. Namun sebagai mahasiswa pula kita harus dapat menjaga diri dari perilaku yang berlebihan, boros, dan menuruti nafsu untuk bergengsi. Dari tugas inilah kita dapat mengetahui apa yang dirasakan para mahasiswa saat melakukan suatu hal yang tidak dilakukan seperti biasanya. Termasuk saya sendiri, hal ini merupakan sesuatu yang tidak seperti biasa. Karena selama menjadi mahasiswa saya lebih kerap makan di angkringan daripada di sebuah restoran yang mewah dan mahal.
Pegumpulan tugas ini dapat dilakukan dengan penulisan essay minimal lima lembar dengan merefleksikan apa yang dirasakan oleh mahasiswa. Cara lain bisa dilakukan dengan cara membuat video vlog yang berdurasi selama berada di dalam restoran. Setelah membuat essay kemudian di upload di blog pribadi setiap mahasiswa, sedangkan jika membuat video blog dengan cara mengupload di akun youtube setiap mahasiswa. Dari situlah setiap mahasiswa dapat mengumpulkan tugas dengan menyalin alamat web yang kemudian dimasukan kedalam google form. 
Awal mula mendapatkan tugas itu saya merasa bingung bagaimana harus mengerjakannya. Bukan masalah tidak punya keberanian ataupun terbebani rasa malas yang membelenggu, namun karena masalah dana yang tidak mencukupi kebutuhan. Saat itu uang yang ada di dompet saya hanya tersisa dua ribu rupiah, kemudian saya bercerita kepada teman sekelompok saya dan ternyata mereka tak jauh berbeda dengan saya yang sedang tidak memiliki dana. Kelompok saya terdiri dari tiga anak, mereka bernama Said Satria dan Aldi Bagus Fernanda, dan saya sendiri bernama Faizal Hamdan Maheri. Mereka adalah dua teman laki-laki saya yang ada di kelas Perbankan Syariah 2 D dari 10 teman laki-laki yang ada di kelas. Kebetulan mereka tergabung kedalam kelompok saya dalam tugas kali ini. Untung saja kelompok saya laki-laki semua sehingga dalam membicarakan dana bisa diselesaikan secara santai. 
Dari tugas ini saya termotivasi untuk mencari dana dengan bekerja. Kebetulan seminggu sebelum observasi ke sebuah restoran Asia tepatnya pada hari Sabtu di Kampus IAIN Surakarta ada acara wisuda. Dari situlah saya diajak Said berjualan makanan yang merupakan salah satu teman saya kelompok saya dan beberapa teman-teman saya. Teman satu kelas yang ikut berjualan diantaranya Galuh, Devi, Rika, Riska, Pingky, Seli dan Anjar. Kami menjual beberapa makanan dari mulai tahu bakso, bakso goreng, risoles, es teh hingga es cincau. Dana untuk usaha jualan makanan ini diambil dengan cara patungan, sedangkan dana yang saya miliki tak mencukupi. Untung saja saya memiliki teman-teman yang kompak dan solid. Meski tidak memiliki dana tapi dapat saling membantu satu sama lain. Dari mulai menjaga di stand sampai berkeliling, kami tetap jalani dengan semangat. Alhamdulilah, dari situ saya sadar bahwa proses memang tidak pernah menghianati hasil. Berapapun yang kami dapatkan tetap harus disyukuri.
Tidak hanya cukup disitu, pada hari berikutnya saya juga bekerja sebagai pelayan panggilan di acara pernikan. Pekerjaan ini biasa dikenal oleh kalagan orang Solo dengan sebutan Sinoman atau ketringan, sedangkan di daerah saya yaitu Kabupaten Banyumas dikenal dengan sebutan ngglidig atau rewang. Saya bersyukur seminggu sebelum saya melakukan observasi ke sebuah restorant Asia ada yang mengajak saya bekerja, yang tepatnya pada hari minggu. Dari hal itu saya sadar bahwa Allah SWT selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang sedang merasa kesusahan. 
Meski hasil bekerja yang tidak seberapa saya tetap bersyukur karena bisa mendapatkan dana untuk melaksanakan tugas ini. Ternyata tidak hanya saya yang bekerja untuk mencari dana demi melaksanaka tugas observasi ke restoran Asia, namun teman satu kelompok saya juga banting tulang untuk mencari dana dengan cara berjualan mie ayam. Salah satu teman satu kelompok saya, yaitu Aldi Bagus Fernanda berjualan mie ayam demi mencari dana. Dia diberikan sebuah resep turun temurun yang diajarkan oleh ayahnya yang memang dalam memasak mie ayam sudah tidak diragukan lagi kelezatan rasanya. 
Setelah kami bertiga mendapatkan dana, kamipun akhirnya menentukan waktu yang tepat untuk pergi ke Kimci Korean Lestorant. Setelah diperhitungkan dalam mencari hari yang tepat kami akhirnya memilih hari rabu untuk melakukan kunjungan ke Kimci Korean Restoran. Pada hari rabu, selesai mata kuliah Akhlaq dan tasawuf tepatnya pukul 14.00 WIB kami bertiga berangkat menuju lokasi. Kami bertiga sudah berencana dari awal untuk membuat video vlog. Dari mulai pemberangkatan kami sudah mempersiapkan video. 
Dengan bermodalkan tekad dan nekad kami tetap berangkat meskipun tidak tahu jalan menuju lokasi. Solusinya pun akhirnya kami mengajak salah satu teman perempuan kami yang merupakan satu kelas untuk diajak ikut ke restoran. Teman perempuan saya bernama Aprina Widyasari, dia merupakan penggemar berat artis korea dan dia juga hobby menonton drama korea. Itulah yang melatarbelakangi dia sebelumnya pernah makan di Kimci Korean Restoran yang ada di jalan veteran No 190 Solo. Karena dia saat berkunjung ke restoran sudah cukup lumayan lama, maka dari itu kami diperalanan sampai keblabasan dan akhirnya kami berbalik arah. Akhirnya setelah melewati banyaknya lampu merah dan kondisi jalan raya yang lumayan macet kami pun sampai tujuan.
Sampai di Kimci Korean Restorant, kami memalkirkan motor di depan restoran. Awal pertama saya memandang restoran tersebut membuat saya kurang yakin dengan dana yang saya miliki. Restoran itu terlihat besar dan sangat mewah, tidak seperti tempat makan saya sehari-hari yang hanya di angkringan lesehan. Ketika membuka pintu yang terbuat kaca, saya sudah merasakan kesejukan yang mungkin akan membuat setiap konsumen merasa nyaman di dalam ruangan. Di atas pintu juga terlihat tulisan “Halal” dengan ukuran yang lumayan besar. Dengan restoran yang berlabel halal membuat saya tidak takut dan gelisah dalam sebuah kebimbngan hati. Di bagian dalam juga tertata meja serta soffa yang empuk, mungkin itu akan membuat konsumen merasa lebih nyaman selain udara yang sejuk. 
Pertama masuk, kami langsung duduk di meja pojok tanpa harus bingung memilih tempat. Setelah duduk, kami langsung dilayani oleh pelayan cantik yang menebarkan senyuman manis, dan sapaan selamat datang kepada kami yang siap mencatat pesanan. Namun kami justru kebingungan dalam memilih menu yang tertera di dalam buku daftar menu makanan. Nama makanan yang sangat asing serta gambarnya yang jarang saya temui itu, memunculkan rasa takut pada diri saya. Selain itu maslaah harga juga salah satu yang menjadi alasan dalam memilih menu makanan. Bukan karena takut tidak bisa membayar, dan kemudian disuruh mencuci piring karena tidak mampu membayar. Namun yang saya takutkan adalah makanan yang saya pesan tidak cocok dengan lidah saya. Akhirnya kami bertiga menyerahkan menu yang akan kami pesan itu kepada teman perempuan kami, karena dialah yang lebih berpengalaman dalam masalah ini. 
Disisi  kebingungan memilih pesanan makanan, saya justru membuat video. Meski para pengunjung lainnya melihat saya dengan sinis dan seakan-akan saya di mata mereka adalah orang aneh, namun saya tetap percaya diri tanpa harus memikirkan apa sikap orang terhadap saya. Namun terdapat beberapa kendala yang muncul tanpa disadari. Kapasitas memori pada handphone saya ternyata penuh sehingga tidak dapat menampung dan menyimpan video berdurasi panjang.  Selain itu juga saya juga kehabisan daya batre pada handphone yang digunakan untuk merekam video. Karena rekaman berakhir sebelum saya selesai observasi di tempat tersebut sehingga saya memutuskan untuk membuat essay.
Kami memesan makanan yang berbeda beda, agar kita dapat saling tukar menukar untuk merasakan makanan yang berbeda. Saya memesan jjajang Myeon dengan minum ice chocolate, Aldi memesan Korean Fried Chicken dengan minum ice Lemon tea, Said memesan Chon Bokki dengan minuman Ice Markisa tea sedangkan Aprina memesan Dolsot Bibimbap dengan minum ice lemon tea. Sambil menunggu pesanan kami dihidangkan tiga makanan pembuka serta minuman pesanan kami. Salah satu makanan pembuka itu adalah kimci, ternyata kimci dibuat dari potongan sawi yang diberi sambal namun yang anehnya ketika saya mencicipinya bukan pedas namun rasanya justru asin, dan di mulut berasa dingin seperti makan es. Selain kimci makanan hidangan lainnya yaitu makaroni lembek yang dicampur dengan mayones. Setiap anak juga di siapkan mangkuk kecil, entah untuk apa saya juga tidak tahu. 
Ketika pesanan datang saya terkejut karena porsi saya yang terlalu besar. Jjajang myeon menurut saya mirip seperti Mie ayam, namun bedanya yaitu ukuran mienya lebih besar dan dagingnya menggunkan kentang. Pesanan saya merupakan yang paling besar jika dibandingkan dengan teman teman yang lainnya. Di atas mie nya dilapisi oleh kecap namun menurut saya aneh rasanya karena tidak manis, justru rasanya asin. Padalah sebelumnya saya mengira bahwa itu merupakan coklat lumer yang melapisinya, ternyata yang saya kira itu salah. Selain itu ada telor ceplok juga diatasnya, berbentuk padat dan bila digigit itu kenyal seperti agar-agar. Karena porsi yang terlalu besar ini saya bagikan jjajang myeon ini kepada teman- teman. Makanan ini sungguh sangat mengenyangkan karena jumlahnya yang sangat banyak dalam satu porsi. 
Saya juga mencicipi makanan pesanan teman- teman, dari mulai korean fried chicken, chon bokki sampai dolsot bibimbap. menurut saya korean fried chicken dan chon bokki itu sama, hanya bedanya jika chon bokki itu ada tambahan kentangnya. Rasa dari kedua makanan itupun sama seperti fried chicken di pinggir jalan, namun hanya berbeda bentuknya saja yang terlihat bulat- bulat spesial dengan butiran wijen diatasnya. Saya juga mencicipi makanan pesanan Aprina yang menurutnya adalah makanan yang paling enak dan favorit baginya. Makanan yang terfavorit baginya itu adalah dolsot bibimbap. Saat lidah saya mencicipi dolsot bibimbap rasanya sangat aneh, karena salah satu bahanya adalah telur yang masih mentah. Rasanya juga pedas, dengan banyak isi di dalam mangkoknya. Isi dari dolsot bibimbapitu sendiri yaitu kecambah, wortel, mie, kentang, telur mentah yang di campurkan dan daging serta ditaburi rempah-rempah di atasnya. 
Setelah menikmati makanan korea ini yang awalnya tidak habis namun kami memaksakan agar jjajan Myeon dapat habis tak tersisa. Karena sebagai umat muslim diajarkan bahwa kita jangan sampai menyia-nyiakan makanan karena itu merupakan sesuatu yang mubahdzir. Padahal diluar sana masih banyak orang yang kekurangan, makan saja tidak pasti tapi sebagai orang yang berkecukupan justru malah membuang-buang makanan. Hal itu merupakan sikap yang tidak terpuji bila dilakukan. 
Setelah selesai, pelayan datang ke meja kami dengan membawa nota pembayaran. Kami mengumpulkan uang menjadi satu untuk membayar dan untung saja uang kami tidak kurang justru masih mendapat kembalian. Total pembayaran yaitu Rp. 161.000,00 untuk semua makanan yang telah kami pesan. Kemudian kami keluar dan membayar palkir yang dibandrol harga Rp 3000,00 per unit sepeda motor. 
Menurut saya sebagai mahasiswa muslim dalam menganut agama jangan menganggap itu segalanya bid’ah. Hanya karena alasan tidak ada di zaman Nabi Muhammad lalu menganggap bahwa itu tidak sesuai. Jika sebagai umat islam seperti itu, apalagi kita adalah mahasiswa lalu bagaimana dengan cara kita mengikuti perkembangan zaman yang ada. Jika kita tidak bisa mengikuti perkembngan zaman yang ada lalu kita pasti akan ketinggalan zaman. Selama segala sesuatu itu masih berada di jalan yang benar dan tidak menyimpang lebih baik kita bisa menerima semua itu.
Sebagai mahasiswa muslim tidak ada salahnya jika kita mencicipi dan datang ketempat yang berasal dari bangsa asing. Selama sesuatu itu masih berada di jaan kebaikan dan yang terkandung oleh makanan itu halal, maka itu semua tidak salah. Namun perlu diingat bahwa sebagai mahasiswa kita juga harus bias mengatur uang, jangan bersikap boros dan berlebihan. Sebagai generasi penerus kita itu harus banyak berusaha bukanya justru berfoya-foya dan bersenang-senang. 
Selain itu korea terkenal di Indonesia karena para artisnya yang tampan dan cantic sehingga tidak heran para penduduk Indonesia terutama mahasiwa di Indonesia banyak yang menggemari para artis Korea. Dari mulai melihat di film drama korea, hingga di dunia music seperti k-pop. Kemunculan awal di Indonesia itu sekitar tahun 2000 dan sekarang jutru penggemar artis Korea semakin banyak. Maka dari itu di Indonesia banyak tempat ala Korea, seperti restoran, took baju dan taman yang dihias seakan-akan berada di korea. Semua itu karena di pengaruhi oleh penggemar yang jumlahnya sangat meluap di Indonesia.






Komentar

Postingan Populer