SAMPAH MELIMPAH MULAI MENJAJAH

NAMA = FAIZAL HAMDAN MAHERI
KELAS =PBS 2 D
NIM      = 175231156
MATA KULIAH =BAHASA INDONESIA

SAMPAH MELIMPAH MULAI MENJAJAH



Banyak orang yang tidak sadar akan bahayanya membuang sampah sembarangan. Dari mulai anak-anak, remaja, hingga orangtuapun kerap membuang sampah tidak pada tempatnya. Efisien dan praktis merupakan alasan kenapa seseorang lebih memilih membuang sampah dimanapun sesuka hati. Yang akan terjadi adalah planet Bumi menjadi kumpulan dari pulau sampah. Ibarat pepatah “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Meski sampah yang dibuang kelihatanya sedikit namun bila itu menjadi sebuah kebiasaan dan dilakukan sering setiap waktu maka akan menumpuk-numpuk menjadi banyak.
Dengan adanya tumpukan sampah juga, lama-lama akan membusuk dan akan menghasilkan aroma yang tidak sedap. Aroma pembusukan sampah itu menjadi sebuah pencemaran udara. Tidak ada orang satupun yang menyukai baunya. Sampah sebenarnya bukan masalah yang serius namun bisa menjadi serius jika tetap dibiakan begitu saja. Pentingnya kesadaran masyarakat akan adanya kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi jumlah sampah yang ada.
Sampah,  mendengar kata itu di otak kita pasti terlintas sesuatu yang keruh dan tidak disukai oleh manusia. Manusia senang dan suka berada di tempat yang bersih dan rapi. Karena tempat yang bersih dan rapi membuat seseorang merasa nyaman. Namun manusia tidak pernah menyadari akan perbuatanya yang menjadi kebiasaan, dan mendarah daging sehingga membuang sampah sembarangan itu merupakan sesuatu yang sudah biasa bagi kalangan masyarakat. Bagaimana bisa merasakan kenyamanan jika mereka sendiri tidak suka untuk menjaga kebersihan lingkunganya sendiri.
Sampah merupakan sesuatu yang sudah tidak dipakai lagi atau tidak digunakan lagi oleh manusia. Sampah merupakan masalah yang terjadi tidak hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai negara.  Permasalahan sampah ini menjadi sesuatu yang patut diperhatikan karena sangat meresahkan setiap masyarakat. Bukan hanya karena terganggunya keindahan tempat tinggal yang ditempati. Namun sampah juga menyumbat saluran air, dan kerap timbul penyakit yang menyerang manusia karena penanganan masalah sampah itu sendiri. Selain itu, sampah juga menimbulkan dampak yang besar bagi manusia seperti banjir yang terjadi di berbagai tempat, dan bau busuk yang mencemarkan udara.
Sampah menjadi monster yang sangat menakutkan bagi manusia atau bahkan bisa dikatakan sebagai musuh terberat bagi manusia dalam kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu manusia ingin menjauhkan sampah dari kehidupanya, namun tanpa disadari bahwa yang menciptkan sampah itu sendiri adalah manusia. Manusia lebih suka menggunakan plastik yang dianggap praktis, padahal plastik jika sudah menjadi sampah atau tidak digunakan lagi susah untuk diuraikan. Tidak seperti sayuran maupun daun-daunan yang tergolong kedalam sampah organik ini lebih mudah untuk diuraikan.
Manusia dan sampah memang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dalam kehidupan. Karena disetiap seseorang melakukan proses dalam kehidupan pasti akan menghasilkan sampah. Masalahnya adalah manusia kebingungan dalam mengatasi sampah yang semakin hari semakin menumpuk. Ditambahnya lagi terbatasnya lahan tempat pembuangan di tempat mereka tinggal.
 Penanaman sikap yang baik perlu ditumbuhkan dalam diri setiap manusia. Jika belum tertanam jiwa pentingnya kebersian pada diri setiap manusia maka akan sulit untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Karena hal yang paling utama adalah berawal dari dalam diri seseorang. Penanaman sikap ini bisa dilakukan dari berbagai cara, antaranya dengan penyuluhan ataupun pembelajaran di sekolah. Jika manusia sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan maka permasalahan sampah dapat terselesaikan.
Apalagi sekarang banyak orang yang membuang sampah di sungai karena alasan terbatasnya lahan pembuangan sampah. Hal itu bukan merupakan solusi untuk menyelsaikan masalah sampah, namun justru akan menambah masalah menjadi rumit. Padahal sungai dimanfaatkan airnya untuk sumber kehidupan tetapi justru malah dicemari manusia. Banyak manusia di zaman sekarang yang berfikir secara praktis tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Disaat sudah terjadi bencana, manusia baru sadar bahwa itu kesalahanya. Padahal mencegah itu lebih mudah dan mulia daripada mengobati.
Kesadaran manusia akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak tercemar oleh sampah itu sangat dibutuhkan. Baik untuk kelangsungan hidup saat ini maupun masa yang akan datang. Membuang sampah pada tempatnya saja belum cukup, sebagai manusia kita juga harus mengurangi penggunaan yang menghasilkan sampah dan mengolah sampah itu agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Jadi, sebenarnya setiap masalah itu datangnya dari diri manusia itu sendiri. Tinggal bagaimana cara seseorang itu dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah itu sendri. Seperti halnya masalah sampah yang ada di Bumi itu juga disebabkan oleh manusia itu sendiri. Semua yang dikomsumsi, diproses dan kebiasaanya tidak luput dari sampah.
Pemikiran yang praktis tanpa melihat dampak yang terjadi sudah mendoktrin otak manusia. Selain itu membuang sampah sembarangan juga sudah menjadi kebiasaan yang menjadi hobi setiap manusia sehingga menjadi sebuah budaya. Mereka menaggap bahwa membuang sampah sembarangan itu biasa dan tidak masalah. Namun ketika sampah itu menumpuk dan terjadi bencana mereka baru menyadari bahwa apa yag mereka lakukan salah.
Penyesalan memang datang di akhir, namun apa salahnya jika kita sebagai manusia memiliki jiwa yang suka merawat dan menjaga. Lagi pula, dengan kita menjaga lingkungan agar tetap bersih akan berimbas baik kepada kita sendiri. Jika lingkungan bersih dan bebas dari sampah, maka lingkungan akan terlihat asri, dan sejuk. Dengan lingkungan yang bersih setiap manusia pasti akan merasakan rasa nyaman untuk tinggal. Selain itu tidak mungkin akan terjadi bencana banjir jika semua manusia bijak dalam mengolah sampah.


Komentar

  1. Good idea. I think you must improved your article ,before publication it. On your Self and spirit about your asigment. Salam semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you for your criticism and suggestion. I will always be spirit for better brooo

      Hapus
  2. Terimakasih kawan, kritik dan saran dari kalian sangat bermanfaat untuk menyempurnakan sebuah karya yang tak sempurna ini.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Wuhhhh.. benar" artikel yang sesuai dengan realita.. sy juga mempunyai pikiran yang sama. Memang. Manusia tdk bisa jauh dari sampah. Hakikatnya manusia membenci sampah, akan tetapi secara tdk sadar manusia sendiri yang menciptakan.. ini tugas kita sebagai pemuda masa kini.. semangat

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah setelah membaca artikel ini saya jadi lebih sadar ttg pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
    Tingkatkan lagi kak👍👍

    BalasHapus
  6. MasyaAllah.....Sungguh ilmu yg bermanfaat😇😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer